Selamat Datang!

Salam Blog ini berisi pengalaman atau perjalanan dimana kami terlibat atau ikut serta ketika ada acara di kantor atau acara sekitar keluarga. Hanya berbagai saja, barang kali ada manfaatnya bagi pembaca. Trimakasih GBU

Cari uang di sini!

Thursday, June 26, 2014

Menjadi Agen Informasi

Para Penghubung Informasi tingkat Eselon II, Kemenag RI diundang berkumpul untuk menselaraskan pelaksanaan tugas bersama sebagai liaison offiicer di Kantor Kemenag, Jl Lapangan Banteng Barat (24/6).

Pertemuan ini diselenggarakan oleh Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat sebagai leading sectornya agar pelayanan informasi lebih cepat dan akurat kepada masyarakat.

Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kemenag RI, Zubaidi, menegaskan para Penghubung Informasi adalah agen informasi baik ke dalam Kementerian, maupun dari luar . Keberadaan para penghubung informasi ini menjadikan sirkulasi informasi pelayanan publik dari Kementerian Agama tentang hal-hal yang berkaitan dengan keagamaan baik ke dalam maupun ke luar kementerian menjadi lebih cepat, akurat, kredibel.

Kapus Pinmas juga mengatakan tugas ini akan berhasil baik bila ada komunikasi dan koordinasi dengan semua pihat, baik dengan pimpinan, jajaran Kemenag di daerah dan masyarakat terkait. Untuk itu, sarana komunikasi (seperti HandPhone, Blakberry Messenger, Whatsapp) kita harus online selama 24 jam.

Para penghubung informasi ini sudah ditunjuk oleh pimpinan, dan diyakini bukan orang sembarangan, tetapi orang yang berkompeten dan kredibel.
(Pormadi, salah satu penghubung informasi)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Saturday, May 10, 2014

Siap Bertanggung jawab

Hari ini, Jumat, 9 Mei 2014 pukul 05.10 WIB, saya ditelpon dari Timika oleh R, bahwa mereka dan Direktur tidak dapat kamar. Lalu, saya jawab bahwa saya sudah konfirmasi ke pihak hotel bahwa kita pasti akan menggunakan hotel untuk melaksanakan kegiatan tokoh agama dan tokoh masyarakat keuskupan Timika dan Agats-Asmat di hotel Grand Tembaga Timika.

Lalu R memberikan telpon ke petugas hotel untuk mengkonfrontasikan jawaban saya dengan pihak hotel. Pihak hotel melalui suara seorang pria, mengatakan bahwa mereka kemarin sudah berusaha menelpon saya, tapi HP saya katanya tidak aktif. Saya jawab HP saya aktif 24 jam.

Selidik punya selidik, si pria dari hotel menanyakan ulang nomor hp saya, ternyata mereka salah menginput nomor HP saya. Satu angka paling belakang salah, makanya tidak bisa dihubungi.

Waduuhhhh, saya panik dan sangat menyesal, atas kejadian ini, lalu saya tegaskan bahwa pihak hotel harus cari solusi untuk masalah ini. Si pria tersebut mengatakan akan coba bicara dulu dengan teman-temannya.

Saya tunggu sampai beberapa lama, tidak ada telpon lagi, hingga pukul 10.00 WIB juga tidak ada lagi kabar dari Pihak Hotel dan pak R. Dalam pikiran saya, berarti sudah ada solusi.

Namun, pada pukul 11.00 WIB, saya telpon pihak hotel, yang menjawab telpon, Lusi, pihak hotel sudah coba hubungi hotel-hotel lain, emuanya penuh. Kata Lusi lagi, Pak R dan rombongan yang didampingi pak Edo, sudah mencari hotel tempat lain.

Saya merasa semakin panik dan bersalah atas kejadian ini. Pasti di Timika panitia, yang diketuai R sangat cemas dan kwatir mencari solusi atas masalah ini.

Beberapa saat kemudian, saya telpon R, tidak diangkat-angkat. Kemudian saya sms Y, bendahara juga sekian lama sms saya tidak dibalas.

Sms saya ke pak Y: "Met siang p.Yansen! Jadinya di hotel mana? Padahal saya udah konfirmasi dan tambah 1 kamar lagi beberapa hari yg lalu."

Lalu beberapa jam, lalu dibalas:" Kami Ini campuran Pak Pormadi, di hotel Ada sepuluh kamar Dan diwisma keuskupan sisanya. Yang mengurus hotel Dan wisma adalah Toni Sama Sihombing. Aku Sama Hajar nginap di wisma keuskupan. Sorry baru bls krn Aku baru bgn tidur."

Lalu saya sms lagi, "Nanti kegiatan: rencana dimana? Apakah bisa sistem pembayaran LS? Tks" namun tidak dibalas lagi.

Juga saya kirim pesan BBM ke H salah satu anggota panitia, "Bro, pertemuan dilaksanakan dimana jadinya?" Juga tidak ada balasan.

Akhirnya, muncul berbagai pikiran terkait akibat dari kejadian ini: mulai dari dimarahi panita, pak direktur, pak Dirjen dan semua orang kantor, dan kemungkinan resiko paling pahit yang akan dikenakan kepada saya.

Sesungguhnya, pada 14 April saya melakukan booking hotel Grand Tembaga Hotel. Kemudian pada 2 Mei saya memastikan bahwa kami akan menggunakan hotel tersebut, bahkan saya menambah 1 kamar lagi, dari 37 kamar menjadi 28 kamar. Saya heran, kok bisa hotel melakukan pembatalan sepihak. Lalu, pihak hotel tidak memberi nomor marketing manager, semua harus melalui resepsionis, mungkin jika diberi pihak marketing, kejadian ini tidak terjadi.

Tapi dengan segala resiko atas kesalahan saya dan dalam doa aku ucapkan, "saya siap bertanggung jawab" dalam status BBM saya. Semoga semuanya bisa bersikap adil dan bijaksana.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wednesday, April 23, 2014

Memandu Kegiatan Para Penyuluh Agama Katolik

Memandu sebuah pertemuan (foto: pormadi)
Pembuatan sebuah pedoman penyusunan laporan amat penting  bagi para penyuluh, terutama dalam era globalisasi sekarang ini. Adanya laporan pelaksanaan tugas selain menunjukkan akuntabilitas dan rasa tanggung jawab kinerja , juga untuk mencapai target angka kredit dan pelaksanaan tugas yang terukur, demikian kata

Pertemuanb para Penyuluh yang berlangsung, dari 24-27 Maret 2014 di Hotel Best Western Tangerang, Banten  dibuka oleh Direktur Urusan Agama Katolik, Fransiskus Endang, SH,MM dan ditutup oleh Bapak Drs. Agustinus Tungga Gempa, MM, yang saat itu sebagai Pgs. Dirjen Bimas Katolik.

Pertemuan  diikuti sebanyak 50 orang Penyuluh dari berbagai daerah di Indonesia dan pegawai Bimas Katolik Pusat. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menyusun sebuah pedoman pembuatan laporan pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai penyuluh agama di lingkungan Kementerian Agama RI sehingga ada kesatuan pemahaman dan pelaporan kegiatan penyuluhan.

Selain pejabat dari Bimas Katolik, Panitia Pertemuan ini menghadirkan narasumber Bapak Drs. Praptono Zamzam, MA, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama yang memaparkan materi tentang Pengembangan Kompetensi Penyuluh Agama. Selain itu, hadir juga Bapak M. Fayald, MA Kepala Seksi Penyuluhan pada Direktorat Pendidikan Agama Islam, yang membawakan materi Pelaksanakanaan Penyuluhan dan praktek pembuatan pelaporan penyuluhan dalam perspektif Penyuluh Agama Islam.

Sebagai output pertemuan ini, Konsep Pedoman Pembuatan Laporan Penyuluh Agama Katolik telah dihasilkan, direncanakan akan dijadikan menjadi keputusan Direktur Jenderal Bimas Katolik untuk digunakan sebagai pedoman bagi para Penyuluh Agama Katolik.

Saturday, March 08, 2014

Doa Lingkungan Prapaskah I: Dipilih untuk Melayani

Doa Lingkungan Prapaskah I: Dipilih untuk Melayani. Trimakasih Tuhan atas kasihMu, bimbing kami untuk melayaniMu dengan lebih baik lagi. AMIN

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Monday, January 20, 2014

Istriku dapat marga, menjadi boru Naibaho

Pada tanggal 3 Januari 2014 lalu, saya bersama istri, Liong Kwei Cun, anak saya, Gilbert Benediktus Simbolon, pulang kampung ke Desa Bukit Baru, tepatnya di Barisan Gereja. Pada kesempatan itu,orang tua berharap agar istriku, yang beretnis Tionghoa, segera beroleh marga, agar selanjutnya dapat diadatkan. 

Harapan orang tua tersebut disepakatai dan ibu saya mengundang marga Naibaho, yang merupakan marga ibuku, untuk bersedia menerima istri saya menjadi anggota keluarga Naibaho. Kemudian acara diundangkan kepada semua hula-hula, anak dan boru. Acara berlangsung pada tanggal 3 Januari 2014.Berikut beberapa cuplikan acara adat tersebut.

Pemberian daging disertai permohonan 
untuk diterima dalam keluarga marga Naibaho

Pemberian ihan naniarsik: simbol penerimaan 
menjadi anggota keluarga disertai doa dan harapan 
agar menjadi keluarga bahagia


Pemberian ulos yang disertai doa agar memperoleh 
kesejahteraan dan keluarga bahagia
Berfoto bersama dengan keluarga marga Naibaho,
setelah sah diterima menjadi anggora keluarga marga Naibaho



Menjadi salah satu anggota keluarga dari  marga Naibaho


Wednesday, December 04, 2013

Ketika di Jayapura bersama Rm Benny Susetyo

Saya bersama Rm. Benny Susetyo (narasumber) duduk santai, sambil menunggu selesai diskusi kelompok Pertemuan Lintas Komisi (Tokoh Umat) Provinsi Gerejawi Se-Papua di Travellers Sentani Hotel, Jayapura, Papua (2-5 Desember 2013).


Powered by Telkomsel BlackBerry®
Related Posts with Thumbnails

my photos

A part of my family

A part of my family

Music


Get a playlist! Standalone player Get Ringtones