Dampak bahaya penggunaan narkoba amat besar bagi perusakan generasi muda bangsa. Kalian ini adalah kader anti-narkoba untuk menyelamatkan generasi bangsa di lingkungan anda, demikian salah satu benang merah materi dr. P. Sandy Noveria, MKK dalam acara Advokasi Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba dalam rangka implementasi INPRES 12 Tahun 2011 di Jakarta, Selasa (30/10).
Acara yang diselenggarakan BNN RI itu diikuti para peserta dari berbagai Instansi Pemerintahan baik Kementerian (seperti Kemenag, KLH, kemendagri, dll) maupun non Kementerian dalam rangka membentuk kader anti narkoba di lingkingan instansi pemerintah.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Selamat Datang!
Salam Blog ini berisi pengalaman atau perjalanan dimana kami terlibat atau ikut serta ketika ada acara di kantor atau acara sekitar keluarga. Hanya berbagai saja, barang kali ada manfaatnya bagi pembaca. Trimakasih GBU
Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts
Monday, October 29, 2012
Menjadi Kader Anti-Narkoba
Sunday, October 02, 2011
Romo Magnis: Mewujudkan Masyarakat Pancasilais, Mensukseskan Demokrasi
Masyarakat Indonesia dapat menjadi Pancasilais bila terlebih dahulu mensukseskan demokrasi. Demikian salah satu benang merah presentasi Romo Franz Magnis Suseno dalam Pertemuan Dialog Kerukunan Umat Beragama Tingkat Nasional di Kupang yang difasilitas oleh Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI (29/09).
Pancasila merupakan konsensus bersama masyarakat Indonesia untuk memecahkan persoalan dasar negara apakah berdasarkan paham nasionalisme atau berdasarkan agama. Para pendahulu dan pendiri bangsa menerima Pancasila sebagai solusi terbaik.
Sayangnya dalam sejarah, Pancasila belum diimplementasi sebagai etika politik bangsa, tetapi kerapkali hanya sebagai jargon dan rumusan indah belaka.
Menurut Romo Magnis, nilai-nilai Pancasila harus benar-benar dioperasionalkan dalam tata hidup bersama sebagai bangsa dan negara mulai dari sila Ketuhanan, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan dan kesatuan kerakyatan dan perwakilan, hingga mewujudkan keadilan.
Untuk bisa mewujudkan Indonesia benar-benar Pancasilais, maka demokrasi harus disukseskan. Mensukseskan demokrasi berarti negara antara lain harus menegakkan hukum, karena hukum adalah salah satu pilar demokrasi. Kasus-kasus Korupsi, money politic, kekerasan bernuansa SARA harus segera dilaksanakan.
Dengan pensuksesan demokrasi, maka nilai-nilai Pancasila bisa dioperasional dalam hidup bersama. Di dalam Pancasila, semua warga NKRI dilindungi dan dijamin keberadaannya. Kalau ada orang menolak, mengganti atau mencairkan Pancasila berarti menghilangkan NKRI. Pada akhir presentasinya, Romo Magnis menegaskan bahwa ada dua tantangan besar yaitu memajukan bangsa dan tetap menjaga cita-cita bersama, kita bersedia hidup sederhana asal terjamin; yang kedua memanfaatkan kebebasan demokratis buah reformasi untuk menentang para konspirasi perusak bangsa Indonesia. (Pormadi)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Pancasila merupakan konsensus bersama masyarakat Indonesia untuk memecahkan persoalan dasar negara apakah berdasarkan paham nasionalisme atau berdasarkan agama. Para pendahulu dan pendiri bangsa menerima Pancasila sebagai solusi terbaik.
Sayangnya dalam sejarah, Pancasila belum diimplementasi sebagai etika politik bangsa, tetapi kerapkali hanya sebagai jargon dan rumusan indah belaka.
Menurut Romo Magnis, nilai-nilai Pancasila harus benar-benar dioperasionalkan dalam tata hidup bersama sebagai bangsa dan negara mulai dari sila Ketuhanan, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan dan kesatuan kerakyatan dan perwakilan, hingga mewujudkan keadilan.
Untuk bisa mewujudkan Indonesia benar-benar Pancasilais, maka demokrasi harus disukseskan. Mensukseskan demokrasi berarti negara antara lain harus menegakkan hukum, karena hukum adalah salah satu pilar demokrasi. Kasus-kasus Korupsi, money politic, kekerasan bernuansa SARA harus segera dilaksanakan.
Dengan pensuksesan demokrasi, maka nilai-nilai Pancasila bisa dioperasional dalam hidup bersama. Di dalam Pancasila, semua warga NKRI dilindungi dan dijamin keberadaannya. Kalau ada orang menolak, mengganti atau mencairkan Pancasila berarti menghilangkan NKRI. Pada akhir presentasinya, Romo Magnis menegaskan bahwa ada dua tantangan besar yaitu memajukan bangsa dan tetap menjaga cita-cita bersama, kita bersedia hidup sederhana asal terjamin; yang kedua memanfaatkan kebebasan demokratis buah reformasi untuk menentang para konspirasi perusak bangsa Indonesia. (Pormadi)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Label:
agama,
berita,
demokrasi,
indonesia,
jalan-jalan,
kemajemukan,
kerukunan umat beragama,
nkri,
pancasila
Sunday, February 07, 2010
Seminggu Menjelang Imlek
Berbagai persiapan sudah dilakukan Mama (mertuaku). Hio, abu dan wadahnya, berlembar-lembar uang kertas, aneka buah-buahan, makanan kue-kuean termasuk kue keranjang (dodol Cinta), dan aneka daging sudah siap di meja sembahyang di rumah mama. Semuanya untuk keperluan sembayangan Imlek.
Selanjutnya sembahyang dimulai. Masing-masing memegang hio sejumlah tiga buah. Tiap anggota keluarga harus melakukan sembahyang, dimulai dari yang tertua hingga yang termuda. Dimulai dari mama dan saudara yang paling tua hingga ke anak dan cucu dari mama. Hio dinyalakan, lalu dihadapan meja tempat sajian itu, kita berdoa sambil memegang dan menggoyang naik turun hio bernyala itu. Setelah itu para pria membakar uang kertas (bukan uang benaran, tetapi uang-uangan dari kertas dengan nilai besar) sebagai pemberian kegembiraan kepada para leluhur.
Indahnya Perbedaan
Saya sebagai orang Batak dan beragama Katolik, yang punyai istri dari etnis Tionghoa ikut merasakan suasana imlek alias tahun baru Cina yang ke 2561 ini. Menurut istri saya, arti sembahyang ini adalah suasana gembira dan bersyukur. Melalui sembahyang , kita bersama leluhur ikut bergembira seraya mohon doa agar di tahun baru nanti didoakan supaya mendapat rejeki dan kebahagiaan keluarga.
Saya sebagai orang Batak dan beragama Katolik, yang punyai istri dari etnis Tionghoa ikut merasakan suasana imlek alias tahun baru Cina yang ke 2561 ini. Menurut istri saya, arti sembahyang ini adalah suasana gembira dan bersyukur. Melalui sembahyang , kita bersama leluhur ikut bergembira seraya mohon doa agar di tahun baru nanti didoakan supaya mendapat rejeki dan kebahagiaan keluarga.
Saya memang belum memahami budaya mereka secara mendalam, namun perbedaan budaya ini membuat saya merasakan keindahan hidup bersama dalam keberbedaan. Saya bisa hidup bersama mereka tanpa kehilangan ke-batak-an dan kekatolikan saya.
Wednesday, January 27, 2010
Dinas Luar di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung
Pertemuan pembinaan para prodiakon yang dibina oleh pastor-pastor setempat yang berasal dari keuskupan Palembang dapat berjalan dengan baik. Para prodiakon amat senang karena mendapat perhatian.
Sehabis pertemuan, kami panitia sejenak refreshing ke tempat Wisata Rohani di Belinyo, Keuskupan Tanjung Karang. Amat senang, karena bisa menyegarkan jiwa dan raga setelahselesai melaksanakan tugas dinas luar.
Label:
bangka belitung,
berita,
dinas luar,
prodiakon
Subscribe to:
Posts (Atom)