Selamat Datang!

Salam Blog ini berisi pengalaman atau perjalanan dimana kami terlibat atau ikut serta ketika ada acara di kantor atau acara sekitar keluarga. Hanya berbagai saja, barang kali ada manfaatnya bagi pembaca. Trimakasih GBU

Showing posts with label agama. Show all posts
Showing posts with label agama. Show all posts

Monday, September 24, 2012

Bekerja Sebaik-baiknya, Tuhan akan Memberi

Ketika dilantik menjadi pejabat struktural di kantor 
Saya baru memahami bahwa Tuhan itu akan memberi bila kita bekerja sebaik-baiknya. Kita tidak perlu mencari-cari atau meminta-minta. Yang penting bila hidup kita, selain bekerja dengan baik, dan kita ikut melibat Tuhan dalam seluruh perjalanan hidup kita, maka kita akan dianugerahi rahmat sesuai kehendakNya. 
Difoto untuk keperluan Kantor
Filosofi hidupku adalah bekerja sebaik-baiknya, tidak banyak menuntut, dan melibatkan Tuhan dalam segenap hidupku. Imanku adalah percaya pada penyelenggaraan Tuhan atas hidupku.
Trimakasih Tuhan, Engkau mahabaik. Pada tahun 2012 ini saya sangat bersyukur, karena Tuhan merencanakan kehidupanku dan keluarga sesuai dengan kehendakNya. Banyak rahmat yang kami terima di tahun ini.

Pertama Tuhan menganugerahi kami seorang anak. Anak pemberian Tuhan ini sudah kami tunggu selama kurang lebih 5 tahun. Pada 20 April lalu anak kami lahir, seorang cowok atau si Ucok. Kami beri dia nama Gilbert Benediktus Simbolon. 

Kedua, kami diberi kepercayaan untuk melaksanakan tugas dalam jabatan struktural negara. Dengan ini, saya dituntut untuk mengembangkan kompetensi dan profesionalitas diri dalam pengabdian saya di kantor. Semoga saya dapat mengabdikan diri bagi.keluarga,  bangsa dan Gereja.


.

Friday, June 01, 2012

Ibuku menggendong Gilbert, anakku

Ibuku menggendong Gilbert, anakku. Tanggal 26 Mei lalu, ibuku dengan adikku Kristina datang ke Jakarta untuk melihat anakkami yang lahir pada 20 April lalu.

Ibuku dan Kristina senang karena sampai di Jakarta dan rumahku dengan selamat. Yang membuat lebih senang lagi adalah anak kami Gilbert, anak yang kami tunggu sejak 5 tahun pernikahan saya dengan istri saya.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, April 06, 2012

Doaku

"Ya Tuhan, Engkaulah sumber kehidupan dan pengharapan kami. Tuhan berilah kesehatan dan berkatilah para dokter, perawat, keluarga dan semua orang yang terlibat dalam proses kelahiran anak kami, sehingga semua proses berjalan dengan baik.
Tuhan berilah kami rejeki secukupnya agar segalanya berjalan lancar. Semoga istriku dan "buah hati kami" sehat dan normal pasca operasi. Ini kami mohon kepadaMu melalui Yesus Kristus Juru Selamat kami. AMIN

Sunday, October 02, 2011

Romo Magnis: Mewujudkan Masyarakat Pancasilais, Mensukseskan Demokrasi

Masyarakat Indonesia dapat menjadi Pancasilais bila terlebih dahulu mensukseskan demokrasi. Demikian salah satu benang merah presentasi Romo Franz Magnis Suseno dalam Pertemuan Dialog Kerukunan Umat Beragama Tingkat Nasional di Kupang yang difasilitas oleh Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI (29/09).

Pancasila merupakan konsensus bersama masyarakat Indonesia untuk memecahkan persoalan dasar negara apakah berdasarkan paham nasionalisme atau berdasarkan agama. Para pendahulu dan pendiri bangsa menerima Pancasila sebagai solusi terbaik.

Sayangnya dalam sejarah, Pancasila belum diimplementasi sebagai etika politik bangsa, tetapi kerapkali hanya sebagai jargon dan rumusan indah belaka.

Menurut Romo Magnis, nilai-nilai Pancasila harus benar-benar dioperasionalkan dalam tata hidup bersama sebagai bangsa dan negara mulai dari sila Ketuhanan, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan dan kesatuan kerakyatan dan perwakilan, hingga mewujudkan keadilan.

Untuk bisa mewujudkan Indonesia benar-benar Pancasilais, maka demokrasi harus disukseskan. Mensukseskan demokrasi berarti negara antara lain harus menegakkan hukum, karena hukum adalah salah satu pilar demokrasi. Kasus-kasus Korupsi, money politic, kekerasan bernuansa SARA harus segera dilaksanakan.

Dengan pensuksesan demokrasi, maka nilai-nilai Pancasila bisa dioperasional dalam hidup bersama. Di dalam Pancasila, semua warga NKRI dilindungi dan dijamin keberadaannya. Kalau ada orang menolak, mengganti atau mencairkan Pancasila berarti menghilangkan NKRI. Pada akhir presentasinya, Romo Magnis menegaskan bahwa ada dua tantangan besar yaitu memajukan bangsa dan tetap menjaga cita-cita bersama, kita bersedia hidup sederhana asal terjamin; yang kedua memanfaatkan kebebasan demokratis buah reformasi untuk menentang para konspirasi perusak bangsa Indonesia. (Pormadi)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Thursday, February 04, 2010

Di Tanah Rantau, Jangan Lupa Berdoa Nak!

Ketika aku hendak memulai merantau ke tanah Jawa, Ibuku hanya berpesan "Di tanah rantau, jangan lupa berdoa ya Nak!" Pesan itu disampaikan sekalian memberi sejumlah uang untuk menjadi ongkos dan bekal di perjalananku. Akhirnya saya bersama beberapa orang teman saya berangkat ke Malang, Jawa Timur, naik Bis dari Medan menuju Pulau Jawa.


Pesan itu selalu saya ingat. Di dalam perjalanan, saya berdoa agar selamat di perjalanan. Ketika hendak makan, sebelum tertidur, sesudah bangun, aku juga tidak lupa berdoa. Siang dan malam di perjalanan aku berdoa. Karena doa kami merasakan keselamatan di perkalanan.


Pada akhirnya, kami ada 6 orang sampai di kota Malang, dan pada akhirnya sampai di Batu, kota dingin dan sejuk. Tiga orang cewek dan tiga orang cowok. Tujuan kami adalah untuk sekolah, para pria mau menjalani pendidikan calon imam atau pastor, sementara tiga orang cewek itu bercita-cita mau menjadi suster.


Pesan supaya berdoa tersebut menjadi bekal saya dalam perjalanan. Pesan itu cuma sederhana. Namun mempunyai makna. Pesan supaya berdoa menandakan harapan dan cita-cita kita digantungkan kepada Yang Maha Tinggi/ Sang Ada yang Tertinggi. Dengan doa semua masalah hidup dijalani dalam kekuatan dan rahmat ilahi. Dengan doa, orang tua menyerahkan dan memasrahkan seluruh hidup keluarga dan anak-anaknya yang merantau.


Meskipun demikian, kami berenam tidak semuanya bisa sampai pada cita-cita menjadi Pastor atau Imam Katolik. Yang jadi Imam tinggal 1 orang. Sedangkan yang bertahan dan menjadi suster hanya 1 orang. Kata Paulus, banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.


Saya sendiri hampir menjadi imam, namun karena dalam doaku, aku tidak yakin mampu menjalani panggilan hidup menjadi seorang imam, akhirnya aku menjadi umat biasa, kembali ke jalan normal/ biasa seperti umat lainnya. Namun, akhirnya saya menyadari kekuatan doa membuat kita yakin menjalani hidup, entah apapun jadinya kita pada akhirnya. Dengan doa, kita hidup lebih hidup dan penuh harapan. Apakah makna doa bagi anda?


my photos


A part of my family

A part of my family